Prinsip Sola Scriptura Martin Luther dalam Praktek Hermeneutika Alkitab
NABILA SEPTHANIA ACHMAD
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
NABILA SEPTHANIA ACHMAD
Student ID
432022215141
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Studi Agama-Agama
Advisor 1
Dr. Farhah, S.Ud., M.Ag.
Advisor 2
Mohammad Djaya Aji Bima Sakti, M.Ag
Keywords
Abstract
Penelitian ini berjudul ‘‘ Prinsip Sola Scriptura Martin Luther dalam Praktek Hermeneutika Alkitab‘‘, Kajian ini berangkat dari gagasan dasar teologi Reformasi yang menempatkan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam memutuskan kebenaran wahyu Tuhan. Dalam konteks hermeneutika, Sola Scriptura memiliki relevansi besar terhadap permasalahan penafsiran modern yang sering terpengaruhi kepentingan subjektif saja. Hal ini menunjukkan bahwa dalam hermeneutika, terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kerusakan dan perkembangan dunia dalam beberapa aspek seperti sosial, ekonomi, dan politik. Melalui permasalahan di atas, peneliti memfokuskan kajiannya pada analisis terhadap prinsip-prinsip Sola Scriptura yang dikemukakan oleh Martin Luther dan keterkaitannya dengan konsep hermeneutika Alkitab. Penelitian ini juga menelaah relevansi antara prinsip Sola Scriptura dengan praktik hermeneutika untuk menemukan dasar-dasar penafsiran yang menjadi ciri utama dalam ajaran tersebut. Fokus analisis diarahkan pada bagaimana Sola Scriptura berperan sebagai landasan teologis dan metodologis dalam memahami serta menafsirkan teks Kitab Suci secara murni, objektif, dan kontekstual. Adapun jenis penelitian kali ini adalah pustaka (library research) dengan jenis penelitian deskriptif-analitis dan teologis. Data diperoleh melalui pengumpulan data kualitatif, dimana kajian dilakukan kepada berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan literatur terkait yang relevan dengan prinsip Sola Scriptura dan hermeneutika Martin Luther. Analisis dilakukan secara sistematis untuk menemukan nilai-nilai teologis serta relevansi prinsip Sola Scriptura terhadap praktik penafsiran Alkitab. Melalui pendekatan teologis, peneliti ingin melihat hasil observasi kepercayaan kristus terhadap firman Tuhan yang sering mengalami perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip Sola Scriptura Martin Luther merupakan dasar penting dalam teologi Reformasi dan hermeneutika Alkitab. Luther menegaskan bahwa Alkitab adalah satu-satunya otoritas tertinggi dalam iman Kristen, sebagai kritik terhadap dominasi Gereja Katolik yang menempatkan tradisi sejajar dengan firman Tuhan. Prinsip ini kemudian dikembangkan oleh tokoh-tokoh Reformasi seperti Melanchthon, Zwingli, dan Calvin yang menekankan pentingnya bahasa asli, konteks sejarah, dan bimbingan Roh Kudus dalam penafsiran. Dalam konteks modern, Sola Scriptura tetap relevan sebagai pedoman menafsirkan Alkitab secara murni dan objektif di tengah tantangan rasionalisme dan relativisme tafsir. Berada pada sikap akademis kritis-komparatif yang menghargai Sola Scriptura sebagai kerangka epistemologis internal dalam Kekristenan Hingga pada akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembaca untuk memahami kembali makna Sola Scriptura dalam konteks iman dan penafsiran Alkitab. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan kajian ini dengan menyoroti penerapan prinsip tersebut dalam gereja modern dan penggunaan jenis hermeneutika yang lebih terkhususkan. Bagi akademisi teologi, penting menjaga keseimbangan antara rasio dan iman dalam praktik hermeneutika. Sementara bagi umat beriman, diharapkan penelitian ini menumbuhkan kesadaran untuk menjadikan Alkitab sebagai sumber kebenaran tertinggi.