Kepatuhan Syariah dan Etikal Islam Dalam Industri Fashion Muslim: Studi Pada Almeera Moslem Bogor
AMELIA PATRICIA LARIOUS
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
AMELIA PATRICIA LARIOUS
Student ID
432022328019
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Syariah
Study Program
Hukum Ekonomi Syariah
Advisor 1
Assoc. Prof. Dr. Setiawan bin Lahuri Lc., M.A.
Keywords
Abstract
Perkembangan industri busana Muslim di Indonesia telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam dua decade terakhir, didorong oleh tumbuhnya kesadaran umat Islam akan pentingnya berbusana dengan kaidah syariah, khususnya dikalangan generasi muda yang aktif berhijrah, sehingga Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia kini memposisikan diri sebagai salah satu pusat kiblat fesyen Muslim global. Fenomena ini menciptakan tantangan bagi pelaku usaha seperti Almeera Moslem Bogor untuk mampu menyeimbangkan tuntutan pasar yang menginginkan desain modern dan mengikuti tren dengan kewajiban fundamental memastikan setiap produk sepenuhnya memenuhi prinsip syariah, termasuk aspek etika dan keberlanjutan, karena keseimbangan tersebut krusial untuk menjaga integritas produk Muslim ditengah laju industri yang cepat mengingat busana Muslim membawa dimensi normative yang mendalam dan berakar pada konsep hayya dan sitr al-aurah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi prinsip syariah dalam desain, bahan, dan operasional busana Muslim Almeera Moslem Bogor sebagai bentuk ethical fashion, serta mengukur persepsi konsumen terhadap kepatuhan syariah dan komitmen etika merek tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi produk dan analisis dokumen, dengan analisis data secara deskriptif interpretative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Almeera Moslem Bogor telah menerapkan kepatuhan syariah pada dimensi produk, dengan desain yang memenuhi kriteria syar’i dan tetap mengadopsi estetika modern, sehingga diterima baik oleh konsumen yang memprioritaskan nilai syariah dan kenyamanan dibandingkan tren fesyen. Namun, integrase ethical fashion dalam aspek keberlanjutan lingkungan dan transparansi rantai pasok masih belum diformalkan sebagai strategi merek, sehingga direkomendasikan agar perusahaan memformalkan praktik etika melalui sertifikasi eksternal, industri menyusun standar terpadu ethical fashion, dan konsumen meningkatkan literasi terkait prinsip syar’i dan thayyib secara komprehensif