Login for full access

Implementasi Green Waqf di Indonesia: Dalam Mendukung SDGs 13 & SDGs 15: Ditinjau dengan ESG, ‎Fiqh Bi’ah, dan Hukum Positif
Tesis

Implementasi Green Waqf di Indonesia: Dalam Mendukung SDGs 13 & SDGs 15: Ditinjau dengan ESG, ‎Fiqh Bi’ah, dan Hukum Positif

RAFI NUR AZIZAH

2025
Year
4
Views

Documents Available

Chapter 1-3 (Preview)

Publicly accessible

Full Text (Complete)

Library members only

To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.

Thesis Information

Author

RAFI NUR AZIZAH

Student ID

452024837030

Type

Tesis

Year

2025

Faculty

Fakultas Syariah

Study Program

Hukum Ekonomi Syariah

Advisor 1

Dr. Eko Nur Cahyo, S.Th.I., M.A.

Keywords

Wakaf Hijau SDGs 13 SDGs 15 ESG Fiqh Bi'ah Hukum Positif

Abstract

Perubahan iklim dan degradasi lingkungan merupakan tantangan global yang semakin ‎mengancam keberlanjutan kehidupan, ditandai dengan meningkatnya frekuensi bencana alam, ‎deforestasi, penurunan kualitas ekosistem daratan, serta krisis iklim yang berdampak langsung ‎pada kesejahteraan manusia. Dalam konteks tersebut, Sustainable Development Goals (SDGs) 13 ‎dan 15 menekankan pentingnya aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta pelestarian ‎ekosistem darat secara berkelanjutan. Namun, implementasi kebijakan lingkungan di Indonesia ‎masih menghadapi keterbatasan, khususnya dalam aspek pembiayaan jangka panjang, kapasitas ‎kelembagaan, serta lemahnya integrasi antara kebijakan lingkungan, keuangan berkelanjutan, ‎dan instrumen sosial keagamaan. Salah satu instrumen yang berpotensi mendukung agenda ‎tersebut adalah green waqf, sebagai bentuk wakaf berbasis lingkungan yang mengintegrasikan ‎nilai spiritual, ekologis, dan ekonomi. Meskipun demikian, praktik green waqf di Indonesia ‎belum berkembang secara optimal akibat belum terbangunnya tata kelola yang kuat, ‎keterbatasan kapasitas nazhir, rendahnya literasi wakaf, serta belum terintegrasinya green waqf ‎secara komprehensif dalam kerangka hukum positif, prinsip Environmental, Social, and ‎Governance (ESG), dan fiqh bi’ah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi ‎normatif green waqf dan realitas implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ‎implementasi green waqf dalam mendukung pencapaian SDGs 13 dan SDGs 15, serta mengkaji ‎kesesuaiannya dengan prinsip ESG, fiqh bi’ah, dan hukum positif Indonesia, melalui studi kasus ‎pada Hutan Wakaf Bogor dan Greenwaqf Tamanu yang diinisiasi oleh WACIDS. Penelitian ini ‎juga bertujuan mengidentifikasi kendala institusional, regulatif, dan manajerial dalam praktik ‎green waqf, serta merumuskan arah penguatan tata kelola wakaf berbasis lingkungan. Metode ‎penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. ‎Pendekatan empiris dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan ‎nazhir, perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama, Bappenas, serta pakar ‎hukum wakaf dan lingkungan. Pendekatan yuridis digunakan untuk menganalisis peraturan ‎perundang-undangan terkait wakaf, lingkungan hidup, kehutanan, dan keuangan berkelanjutan. ‎Data dianalisis menggunakan thematic analysis dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti 9.0 ‎untuk mengidentifikasi pola implementasi, kendala, dan relevansi hukum green waqf. Hasil ‎penelitian menunjukkan bahwa implementasi green waqf pada Hutan Wakaf Bogor dan ‎Greenwaqf Tamanu secara normatif telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, fiqh bi’ah, dan ‎kerangka hukum positif Indonesia, serta mencerminkan penerapan prinsip ESG. Hutan Wakaf ‎Bogor berorientasi pada konservasi ekosistem dan perlindungan hutan, sementara Greenwaqf ‎Tamanu mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat ‎melalui wakaf produktif. Namun demikian, dari aspek implementasi, kedua model tersebut ‎belum berjalan secara optimal, terutama akibat keterbatasan kapasitas nazhir, rendahnya literasi ‎dan kompetensi wakaf digital, kompleksitas sertifikasi wakaf, lemahnya manajemen bisnis dan ‎pelaporan keuangan, serta belum kuatnya integrasi green waqf ke dalam sistem kebijakan ‎lingkungan dan keuangan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa green waqf memiliki ‎potensi strategis sebagai instrumen keuangan sosial Islam dalam mendukung pembangunan ‎berkelanjutan dan kebijakan lingkungan, namun masih memerlukan penguatan regulasi ‎operasional, peningkatan kapasitas kelembagaan dan manajerial nazhir, digitalisasi tata kelola ‎wakaf, serta penguatan kolaborasi lintas sektor agar dapat diimplementasikan secara efektif dan ‎berkelanjutan.‎

Global Search

Search books, e-books, thesis, news...

Tekan Esc atau klik di luar untuk menutup

HOME E-Book E-Thesis

Video Profil Perpustakaan UNIDA Gontor

Hubungi Kami

WhatsApp

Chat langsung