Perlindungan Hukum dalam Meningkatkan Kesejahteraan Freelancer Kreatif Digital di Indonesia dalam Kerangka Teori Kontrak Islam
NADIA INGRIDA IZDIHAR
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
NADIA INGRIDA IZDIHAR
Student ID
452024837029
Type
Tesis
Year
2026
Faculty
Pascasarjana
Study Program
Magister Hukum Ekonomi Syariah
Advisor 1
Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, B.A., M.A
Advisor 2
Assoc. Prof. Royyan Ramdhani Djayusman, M.A., Ph.D
Keywords
Abstract
Indonesia mengalami transformasi ekonomi digital yang pesat, yang menyebabkan perluasan pengaturan kerja fleksibel dan meningkatnya jumlah freelancer kreatif digital yang bekerja dengan kontrak jangka pendek melalui platform digital. Namun, kurangnya regulasi hukum yang eksplisit mengenai status hukum mereka dan lemahnya praktik kontrak elektronik yang terstandarisasi membuat mereka berada dalam keadaan kerentanan hukum dan ekonomi. Pentingnya menerapkan teori kontrak Islam menjadi jelas. Kerangka kerja ini berfungsi sebagai dasar normatif untuk menetapkan prinsip-prinsip keadilan, kejelasan kontrak, dan keseimbangan hak dan kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik perlindungan hukum, termasuk kelemahan regulasi terkait kontrak kerja (termasuk jaminan penghasilan, jaminan sosial, dll.), bagi freelancer kreatif digital di Indonesia, dan memahami bagaimana teori kontrak Islam memberikan perlindungan hukum untuk meningkatkan kesejahteraan freelancer kreatif digital di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan normatif-empiris. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan mengkaji dokumen yang dikumpulkan secara empiris maupun literatur. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data, metodologis, dan teoritis. Setelah pengumpulan data, peneliti melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi freelancer kreatoif digital di Indonesia masih lemah, baik dari segi regulasi maupun praktik. Kelemahan ini berasal dari kurangnya kesadaran akan pentingnya kontrak sebagai pengaman hukum, serta tidak adanya standar kontrak yang adil dan mengikat dari platform digital maupun pemerintah. Akibatnya, hubungan kerja ditandai dengan kondisi kerja yang tidak setara, ketidakstabilan upah, keterlambatan pembayaran, dan daya tawar yang lemah bagi kreator digital. Penyediaan kontrak Islam memainkan peran penting dalam meningkatkan perlindungan hukum bagi freelancer kreatif digital dalam kerangka kesejahteraan sosial di Indonesia, mengingat praktik kontrak saat ini masih lemah dan tidak seimbang, yang bergantung pada perjanjian formal yang mirip dengan kontrak perdata biasa. Dan kontrak Islam mensyaratkan keadilan objektif, kejelasan hak dan kewajiban, serta perlindungan bagi pihak yang lebih lemah.