PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP PENERIMAAN MATA UANG KRIPTO DI KALANGAN KONSUMEN MUSLIM MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI (TAM)
ALYA ZHAFIRAH NASYWA
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
ALYA ZHAFIRAH NASYWA
Student ID
452024837021
Type
Tesis
Year
2026
Faculty
Pascasarjana
Study Program
Magister Hukum Ekonomi Syariah
Advisor 1
Assoc. Prof. Dr. Imam Kamaluddin, M.A.
Keywords
Abstract
Indonesia merupakan salah satu pasar cryptocurrency dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN, tercermin dari jumlah pengguna yang mencapai sekitar 22,91 juta orang pada tahun 2024. Pertumbuhan pesat ini menjadi isu penting karena 87,08% penduduk Indonesia adalah Muslim, sehingga adopsi cryptocurrency tidak hanya dilihat sebagai keputusan finansial, tetapi juga keputusan yang harus selaras dengan nilai-nilai syariah. Dalam konteks ini, muncul persoalan karena cryptocurrency memiliki karakter spekulatif, volatilitas yang tinggi, serta ketidakpastian regulasi dan status hukum syariahnya, kondisi yang berpotensi mengandung unsur gharar dan maysir. Ketidakjelasan inilah yang membuat konsumen Muslim tidak dapat semata-mata mengandalkan pertimbangan utilitarian, melainkan membutuhkan pedoman nilai untuk menilai kehalalan dan keamanan praktik finansial tersebut. Pada titik inilah religiusitas menjadi relevan, karena tingkat religiusitas seseorang menentukan sejauh mana ia berhati-hati, menyeleksi, dan membatasi perilaku ekonomi yang berpotensi bertentangan dengan prinsip Islam. Dalam Islam, faktor religiusitas dijadikan salah satu indikator yang dapat memengaruhi pola perilaku individu maupun masyarakat. Faktor religiusitas diharapkan menjadi penyaring moral yang signifikan dalam pengambilan keputusan finansial, terutama untuk aset yang belum memiliki status hukum yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi hubungan antara religiusitas dengan perilaku konsumen muslim dalam menggunakan cryptocurrency. Selain itu juga untuk memprediksi presepsi kemudahan, persepsi manfaat yang dimediasi oleh sikap dan minat terhadap perilaku konsumen muslim dalam menggunakan cryptocurrency. Penelitian kuantitatif ini menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan teoritis model yang digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM). Serta melibatkan 200 responden konsumen Muslim pengguna cryptocurrency Muslim pengguna cryptocurrency dari komunitas kripto syariah di Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa variabel religiusitas sebagai variabel moderasi tidak dapat memoderasi antara minat dan perilaku penggunaan cryptocurrency, dikarenakan pengaruh religiusitas tidak cukup kuat dalam mengubah perilaku pengguna ketika manfaat dan kemudahan penggunaan cryptocurrency dianggap lebih dominan dalam membentuk perilaku kosumen dibandingkan nilai agama. Hal ini dapat diartikan bahwa variabel religiusitas sebagai variabel moderasi tidak dapat memperkuat hubungan antara minat dan perilaku penggunaan cryptocurrency. Meskipun demikian variabel persepsi kemudahan dalam penggunaan dan persepsi manfaat, serta sikap berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen dalam menggunakan cryptocurrency. Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat Muslim lebih dipengaruhi oleh manfaat dan kemudahan penggunaan dibandingkan aspek religiusitas. Religiusitas dinilai tidak cukup kuat untuk memengaruhi keputusan, dikarenakan belum adanya konsensus regulasi yang jelas. Maka dengan ini para pelaku industri dan regulator perlu memberikan edukasi, transparansi, serta kejelasan regulasi agar perilaku penggunaan cryptocurrency dapat terbentuk secara lebih terarah dan sesuai dengan prinsip syariah.