EVALUASI DAN EFEKTIVITAS TERAPI ANTIKOAGULAN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG DI RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO
MAHDIA RAPITA
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
MAHDIA RAPITA
Student ID
U202601077LQY
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ilmu Kesehatan
Study Program
Farmasi
Advisor 1
apt. Nadia Iha Fatihah, M.Clin.Pharm
Advisor 2
apt. Muthi'ah Rabbaniyyah, M.Farm
Keywords
Abstract
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Untuk mencegah komplikasinya digunakan terapi antikoagulan. Terapi ini masih menghadapi tantangan dalam hal rasionalitas dan efektivitas. Kondisi inilah yang kemudian diteliti di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Penelitian dilakukan secara prospektif dengan metode observasional dan analisis semi kuantitatif terhadap 38 pasien penyakit jantung yang menjalani terapi antikoagulan. Hasil menunjukkan pasien didominasi laki-laki (61%) dengan usia terbanyak lansia (60–74 tahun) sebesar 42%. Diagnosis utama paling banyak yakni dengan jenis antikoagulan yang paling banyak digunakan adalah heparin (73%). Evaluasi menunjukkan tingkat rasionalitas tinggi dengan ketepatan indikasi, pasien, rute, dan frekuensi 100%; ketepatan obat 98%; ketepatan durasi 90%; dan ketepatan dosis 83%. Efektivitas terapi dinilai melalui perbaikan kondisi klinis (79%) dan parameter laboratorium (84%) meliputi stabilisasi INR, aPTT serta eGFR. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang lemah dan tidak signifikan antara rasionalitas dan efektivitas secara klinis (r = 0,124; p > 0,05) dan hubungan cukup dan signifikan secara laboratorium (r = 0,353; p < 0,05). Secara deskriptif, terapi rasional dikaitkan dengan tingkat efektivitas yang 12% lebih tinggi pada kondisi klinis dan 33% lebih tinggi pada parameter laboratorium. Dengan demikian, terapi antikoagulan pada pasien penyakit jantung di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro telah dilaksanakan secara rasional dan efektif, dengan kecenderungan bahwa penggunaan yang rasional berperan dalam meningkatkan hasil terapi, khususnya pada pencapaian target laboratorium.