EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK EMPIRIS DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD Dr. MOEWARDI
IFRA MIFTAHUL JANNAH
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
IFRA MIFTAHUL JANNAH
Student ID
432022718036
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Ilmu Kesehatan
Study Program
Farmasi
Advisor 1
apt. Nadia Iha Fatihah, M.Clin.Pharm
Advisor 2
apt. Fauziyyah Al Hasanah, M.Farm
Keywords
Abstract
Infeksi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia sehingga penggunaan antibiotik empiris adalah salah satu upaya penanganan infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik empiris yang tidak rasional dapat menyebabkan peningkatan resistensi, memperburuk luaran klinis, serta meningkatan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil serta mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik empiris di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan rancangan observasional prospektif di rekam medik pada bulan Juni – Agustus 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 49 pasien. Hasil penelitian di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Moewardi berdasarkan jenis kelamin, laki-laki lebih sering mendapatkan antibiotik empiris (51%). Berdasarkan usia penderita infeksi terbanyak yaitu usia remaja (12-25 tahun) sebesar 39%. Diagnosa terbanyak yang mendapatkan antibiotik empiris yaitu open wound sebanyak 57%, dan jenis antibiotik empiris yang paling banyak digunakan yaitu amoxicillin (47%), diikuti oleh cefixime (34%), ciprofloxacin (16%), dan azitromycin (2%). Hasil evaluasi rasionalitas antibiotik empiris, yaitu pasien yang tepat indikasi dan tepat obat sebesar 92%, tepat dosis, tepat pasien, tepat rute pemberian, tepat durasi, tepat frekuensi sebesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa pemberian antibiotik empiris di Instalasi Gawat Darurat seperti amoxicillin, cefixime, ciprofloxacin, dan azitromycin di RSUD Dr. Moewardi sudah sesuai dengan pedoman antibiotik yang rasional. Durasi pemberian antibiotik empiris masih ada yang belum sesuai dengan prinsip penggunaan antibiotik empiris pada semua diagnosa.