HUBUNGAN WAKTU TUNGGU OBAT DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT Dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN
Nanda Fakhiriah
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
Nanda Fakhiriah
Student ID
M20251231LTVM
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ilmu Kesehatan
Study Program
Farmasi
Advisor 1
apt. Satwika Budi Sawitri, S. Farm, M.Farm
Advisor 2
apt. Muthi'ah Rabbaniyyah, M.Farm
Keywords
Abstract
Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan rumah sakit, salah satunya melalui pemenuhan standar waktu tunggu obat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Nomor 129/menkes/SK/II/2008, yaitu maksimal 30 menit untuk obat jadi dan 60 menit untuk obat racikan. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental dengan desain cross sectional, dilanjutkan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner terhadap 100 responden pasien rawat jalan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar waktu tunggu obat jadi belum sesuai standar (51,35%), sedangkan waktu tunggu obat racikan sebagian besar sudah sesuai standar (76,93%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian tergolong tinggi pada kedua jenis pelayanan obat, namun hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu obat dengan tingkat kepuasan pasien (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien tidak hanya dipengaruhi oleh lama waktu tunggu, tetapi juga oleh faktor lain seperti sikap petugas, kenyamanan ruang tunggu, dan kejelasan informasi obat. Dengan demikian, rumah sakit diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian secara menyeluruh untuk menjaga dan meningkatkan kepuasan pasien.