PROFIL DAN RASIONALITAS PENGOBATAN FLUOR ALBUS DI RUMAH SAKIT X
ASA WAFDA FATIKHA
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
ASA WAFDA FATIKHA
Student ID
432022718010
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ilmu Kesehatan
Study Program
Farmasi
Advisor 1
Nurul Marfu'ah, S.Si., M.Si
Advisor 2
apt. Nadia Iha Fatihah, M.Clin.,Pharm.
Keywords
Abstract
Fluor albus patologis merupakan gejala awal adanya kelainan saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan protozoa. Salah satu penanganannya adalah dengan pemberian antimikroba, yang berpotensi menimbulkan penggunaan obat tidak rasional sehingga meningkatkan risiko resistensi dan efek samping. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil, karakteristik, dan rasionalitas pengobatan fluor albus di Rumah sakit X. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan desain cross-sectional. Sampel berupa data rekam medis pasien fluor albus rawat jalan di Rumah sakit X tahun 2023 – 2024 sebanyak 59 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien berada pada rentang usia 20 – 35 tahun (58%), berpendidikan terakhir SMU (54%), dan berstatus sebagai ibu rumah tangga (46%). Profil pengobatan fluor albus menunjukkan sebanyak 98% pasien didiagnosis leukorrhea non-spesifik. Antimikroba yang paling banyak digunakan adalah metronidazole (27%), clindamycin (25%), nystatin ovula (18%) serta antasida doen (13%) dari kategori pengobatan non-antibiotik. Evaluasi rasionalitas menunjukkan tepat indikasi (52%), tepat rute pemberian (100%), tepat dosis (96%), tepat interval waktu (51%), tepat pemilihan obat (45%) serta tepat lama pemberian (20%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rasionalitas pengobatan fluor albus masih belum optimal, terutama pada aspek pemilihan obat, interval waktu, dan lama pemberian, sehingga diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terapi untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan pengobatan.