Analisis Pengaruh Bantuan Modal, Pelatihan, dan Pendampingan Bisnis dalam Perkembangan UMKM: Studi Kasus UMKM Binaan Baznas Kota Yogyakarta Tahun 2020-2024
PUTRI MIFTAKHUL JANNAH
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
PUTRI MIFTAKHUL JANNAH
Student ID
432022418088
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ekonomi & Manajemen
Study Program
Ekonomi Islam
Advisor 1
Noviana Prasanti, S.H.I., M.E.
Keywords
Abstract
UMKM merupakan sektor yang berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pembiayaan dan rendahnya kemampuan sumber daya manusia. BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai lembaga pengelola zakat berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM mustahik melalui program dukungan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan. Antara 2020-2024, BAZNAS telah mendistribusikan dana zakat produktif sejumlah Rp8.129.055.969 dan membina 60 lebih UMKM, dengan rerata 13 UMKM yang mengajukan setiap tahun. Akan tetapi, perubahan jumlah binaan dan perbedaan tingkat keberhasilan usaha menandakan pentingnya penilaian terhadap efektivitas pada setiap program. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh bantuan modal, pelatihan, serta pendampingan terhadap kemajuan UMKM yang dibina oleh BAZNAS Kota Yogyakarta pada tahun 2020-2024. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode survei atau penyebaran kuesioner yang melibatkan 68 responden dari UMKM yang dibina. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS versi 25. Hasil uji F menunjukan bahwa ketiga variabel independen secara bersamaan memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan UMKM (sig. 0.000). Secara parsial, bantuan modal (sig. 0,001) dan pendampingan (sig. 0,044) memiliki dampak yang signifikan, sementara pelatihan (sig. 0,128) tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan UMKM. Koefisien R Square sebesar 0,593 menunjukkan bahwa 59,3% variasi pertumbuhan UMKM dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa unsur bantuan modal dan pendampingan berkelanjutan lebih berpengaruh dibandingkan pelatihan usaha. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat signifikansi pendekatan pemberdayaan yang holistik untuk mendorong kemandirian dan kelangsungan usaha UMKM yang dibina.