ANALISIS MAJAZ DAN ISTI’ARAH PADA BUKU DIWAN IBNU RUMI PADA PUISI PERTAMA SAMPAI DENGAN LIMA BELAS
RAGHDA LARASATI
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
RAGHDA LARASATI
Student ID
432022123096
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Tarbiyah
Study Program
Pendidikan Bahasa Arab
Advisor 1
Muhammad Wahyudi, M.Pd
Keywords
Abstract
Ibnu Rumi merupakan seorang penyair besar pada zaman Abbasiyah yang banyak menggunakan balaghah, khususnya majazat, yang mampu memperkaya makna serta nuansa estetis karya sastra Arab. Keindahan tersebut tampak dari cara Ibnu Rumi menggunakan ungkapan majazi untuk menyampaikan makna yang lebih dalam dan menyentuh perasaan pembaca. Hal tersebut dapat ditemui dari karya puisi-puisi Ibnu Rumi yang terkumpul menjadi satu dalam buku yaitu Diwan Ibnu Rumi, yang sudah mencakup hampir seluruh karya Ibnu Rumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui bentuk serta macam majaz dan isti’arah pada syair Ibn al-Rumi dalam karyanya berjudul Diwan Ibn al-Rumi. (2) mengetahui fungsi balaghah serta mengungkap keindahan dan makna yang terkandung dari penggunaan majaz dan isti’arah dalam syair-syair tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis balaghah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari kumpulan syiar Ibn al-Rumi dan dianalisis menggunakan teori majaz dan isti’arah dalam ilmu bayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 56 majaz ‘aqliy dan 56 majaz mursal serta 153 isti’arah makniyyah dan 63 isti’arah tasrihiyyah 4 isti’arah tamsiliyyah dalam syair Ibn al-Rumi. (2) secara umum penyair menggunakan majaz mursal dan isti’arah makniyyah dengan hubungan sababiyyah untuk memperkuat pesan moral dan emosional dalam setiap bait syairnya. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian terhadap aspek balaghah lain dalam karya-karya penyair Arab klasik.