Thibaq dan Tauriyah dalam Surat Al-Qalam (Analisis Retorika)
ALFATH IMAM WILDANI
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
ALFATH IMAM WILDANI
Student ID
422021121017
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Tarbiyah
Study Program
Pendidikan Bahasa Arab
Advisor 1
Khoirul Fata, Lc., M.Pd.I.
Keywords
Abstract
Pentingnya Retorika dalam studi bahasa Arab, khususnya dalam konteks Al-Qur’an yang merupakan mukjizat bahasa dan sumber utama ajaran Islam. lmu retorika terdiri dari tiga cabang utama: ilmu al-ma‘ani, ilmu al-bayan, dan ilmu al-badi’. Thibaq dan Tauriyah merupakan salah satu muhasinat ma'nawiyah dalam ilmu badi' yang memperkaya makna dan gaya ekspresi dalam Al-Qur'an. Thibaq menggabungkan dua kata yang berlawanan dalam satu kalimat dan terbagi menjadi Thibaq Ijabi dan Thibaq Salbi. Adapun Tauriyah, yaitu penggunaan lafaz yang memiliki dua makna, salah satunya dekat namun tidak dimaksudkan, sementara yang lain jauh dan merupakan makna yang diinginkan, serta terbagi menjadi Tauriyah Mujarrodah dan Tauriyah Murosyhah. Surah Al-Qalam merupakan salah satu surah dalam Al-Qur'an yang dipilih oleh peneliti untuk dikaji karena dianggap mengandung banyak contoh uslub tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai tiga hal utama: pertama, mengungkap jenis-jenis thibaq dan tauriyah dalam Surah Al-Qalam; kedua, mengungkap makna retorika dari uslub thibaq dan ketiga, mengungkap makna retorika dari uslub tauriyah dalam surah al-Qalam. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan tehnik analisis data. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Berdasarkan analisis, peneliti menemukan bahwa ayat-ayat yang mengandung thibaq dalam Surah Al-Qalam terdapat dalam lima ayat, yaitu ayat (2-4), (7), (20-21), (33-34), dan (35), yang semuanya termasuk dalam kategori thibaq ijabi karena terjadi antara dua kata benda. Adapun ayat-ayat yang mengandung tauriyah dalam Surah Al-Qalam berjumlah sembilan ayat, yaitu ayat (6), (13), (16), (17), (19), (39), (42), (44), dan (51), yang terbagi menjadi tauriyah mujarrodah dan tauriyah murosyhah. Makna retorika dari thibaq dalam Surah Al-Qalam mencakup tiga aspek: penegasan makna, penjelasan, dan pendalaman. Sementara makna retorika dari tauriyah mencakup dua aspek: penegasan dan pendalaman makna. Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal mempermudah kajian retorika berikutnya, khususnya thibaq dan tauriyah, pada surah-surah yang lain. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji uslub retorika lain, serta menggabungkan analisis retorika dengan kajian tafsir untuk hasil yang lebih mendalam dan menyeluruh.