Pengertian tawakal pada kisah keluarga ibrahim dalam alquran dan hubungannya dengan rizki(pendekatan tafsir tematik)
RIYANMAR FAYAT ZABIHULLAH
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
RIYANMAR FAYAT ZABIHULLAH
Student ID
U20260110KE1W
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Deki Ridho Adi Anggara, S.Ud., M.Ag.
Keywords
Abstract
Sebagian masyarakat modern sering salah memahami tawakal sebagai sikap pasif tanpa usaha dan menganggap rezeki sebagai sesuatu yang tetap dan tidak dapat berubah. Pandangan ini bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an yang menegaskan bahwa tawakal adalah perpaduan antara keyakinan penuh kepada Allah dan usaha yang sesuai dengan sunnatullah. Kisah keluarga Nabi Ibrahim A.S menjadi contoh utama yang menunjukkan keteguhan iman, tawakal yang benar, serta hubungan erat antara tawakal dan datangnya rezeki. Penelitian ini bertujuan mengungkap konsep tawakal dalam kisah Ibrahim, Hajar, dan Ismail A.S serta menjelaskan kaitannya dengan rezeki melalui peristiwa ditinggalkannya Hajar di Makkah dan ujian penyembelihan yang berakhir dengan karunia Ilahi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menghimpun data dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendukung lainnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis, yaitu dengan mendeskripsikan data-data terkait ayat dan pendapat ulama, kemudian menganalisisnya secara kritis untuk menemukan makna dan hubungan yang relevan. Hasil penelitian ini adalah Kisah Ibrahim, Hajar, dan Ismail menunjukkan bahwa tawakal adalah perpaduan antara penyerahan diri kepada Allah dan usaha nyata. Ibrahim bekerja lalu berdoa, Hajar berserah sebelum berusaha, dan Ismail taat dengan sabar. Ketiganya menggambarkan bahwa tawakal yang benar menjadi sebab hadirnya rezeki, seperti air Zamzam dan keamanan Makkah. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki kekurangan, terutama pada ruang lingkup ayat yang dikaji serta kurangnya perbandingan dengan kisah-kisah lain yang juga memuat nilai tawakal. Karena itu, penelitian selanjutnya perlu dilakukan dengan cakupan ayat yang lebih luas dan analisis tematik yang lebih mendalam agar menghasilkan pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif.