Implementasi Metode KLT (Kejar Lancar Tahfidz) Dalam Menghafal Al-Qur'an di Ma'had 'Aly PPTQ Ibnu Abbas Klaten
MOYA NAILA HALIM
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
MOYA NAILA HALIM
Student ID
432022238097
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Deki Ridho Adi Anggara, S.Ud., M.Ag.
Keywords
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya capaian hafalan mahasantri Ma’had ‘Aly PPTQ Ibnu Abbas Klaten, di mana sebagian besar belum mencapai target hafalan lima juz setiap semester. Kendala seperti kurangnya fokus, rendahnya motivasi, lemahnya sistem muraja’ah, serta rasa canggung ketika menyetorkan hafalan turut memengaruhi kualitas hafalan. Kondisi ini mendorong lembaga untuk menerapkan metode KLT (Kejar Lancar Tahfidz) sebagai strategi peningkatan capaian dan kualitas hafalan Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode KLT (Kejar Lancar Tahfidz) dalam menghafal Al-Qur’an di Ma’had ‘Aly PPTQ Ibnu Abbas Klaten, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana metode KLT memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hafalan mahasantri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari Kepala Ma’had ‘Aly, para ustadz/ustadzah tahfidz, serta mahasantri peserta program KLT. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pendekatan triangulasi sumber digunakan untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode KLT (Kejar Lancar Tahfidz) diimplementasikan melalui tahapan penentuan target, jadwal intensif tahfidz, pendampingan oleh muhafidzah, program evaluasi hafalan, serta sistem pemetaan capaian mahasantri. Metode ini terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas hafalan, meningkatkan motivasi, serta memperkuat disiplin muroja’ah mahasantri. Faktor pendukung implementasi KLT meliputi komitmen lembaga, pendampingan intensif, serta dukungan atmosfer pesantren. Sementara faktor penghambatnya meliputi kondisi psikologis mahasantri, manajemen waktu, dan perbedaan kemampuan hafalan individu. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar program KLT terus dikembangkan dengan peningkatan variasi metode menghafal, penguatan manajemen waktu mahasantri, serta optimalisasi pembinaan motivasi. Lembaga juga disarankan untuk memperkuat sistem evaluasi berkala dan menyediakan dukungan tambahan bagi mahasantri yang memiliki kemampuan hafalan lebih lambat. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada hubungan antara metode KLT dan aspek psikologis penghafal Al-Qur’an.