Konsep Hasad dalam Al-Qur'an dan Relevansinya terhadap Psikologi envy (Kajian Tematik)
RIFQI BAIHAQI ZAKI
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
RIFQI BAIHAQI ZAKI
Student ID
432022231144
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Wahyu Spetrianto, M.Ag.
Advisor 2
-
Keywords
Abstract
Hasad merupakan penyakit batin dan fenomena psikologis yang merusak hubungan sosial. Al-Qur’an menggambarkan hasad sebagai perilaku tercela, sementara psikologi menjelaskan envy (iri hati) melalui mekanisme perbandingan sosial. Penelitian ini mengeksplorasi konsep hasad dalam Al-Qur’an serta relevansinya dengan rasa iri hati dari aspek psikologi. Penelitian ini bertujuan mengungkap konsep hasad dalam Al-Qur’an dan mengungkap relevansinya terhadap teori psikologi envy. Secara spesifik, studi ini memberikan pemahaman komprehensif melalui analisis terhadap tiga lafaz utama: ḥasad, yaḥsudūna, dan ḥasadan. Melalui terminologi tersebut, dikaji titik temu antara diskursus teologis dan dinamika psikologis sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) yang bersifat kualitatif. Pendekatan tafsir mauḍū’ī (tematik) interpretasi pada tafsir digunakan untuk menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan lafadz hasad, ditambah metode deskriptif-analitis untuk mengungkap teori psychology envy. Sumber utama meliputi kitab tafsir otoritatif dan literatur ilmiah psikologi terkait. Hasil penelitian menunjukkan ḥasad dalam Al-Qur’an adalah keinginan memiliki nikmat orang lain disertai harapan lenyapnya nikmat tersebut. Psikologi envy meresponsnya sebagai rasa iri hati sosail yang bersifat merusak dipicu oleh kegagalan ketika melakukan perbandingan sosial. Terdapat relevansi kuat pada lafaz ḥasad, yaḥsudūna, dan ḥasadan dengan mekanisme envy yang bersikap negatif dan terjadinya hirarki sosial Peneliti menyadari keterbatasan pada aspek solusi praktis karena fokus pada integrasi teoretis. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mendalami dimensi psikologi positif melalui judul: "Dinamika Psikologis Benign Envy: Telaah Ayat Kompetisi (Fastabiqul Khairat)". Hal ini penting guna memperkaya khazanah integrasi Al-Qur’an dan psikologi yang relevan melintasi zaman.