Pemikiran Kritis atas Tafsir Al-Ālūsī dalam Rūḥ al-Ma‘ānī dan Relevansinya bagi Masyarakat Kontemporer
IBNU YAQZAN QUR'ANY
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
IBNU YAQZAN QUR'ANY
Student ID
432022231073
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Assoc. Prof. Dr. Ihwan Agustono, S.Fil.I., M.Fil.I.
Keywords
Abstract
Di era perkembangan digital yang pesat, kemampuan berpikir kritis telah menjadi keterampilan esensial untuk menyaring, mengevaluasi, dan merespons informasi dari berbagai sumber. Berpikir kritis melibatkan proses reflektif dan rasional yang bertujuan untuk menentukan apa yang seharusnya dipercaya atau ditindaklanjuti. Namun, masyarakat kontemporer terus menghadapi tantangan serius dalam mengembangkan keterampilan ini, terutama di ranah digital. Penyebaran luas berita hoaks, kesulitan dalam menerima sudut pandang yang berbeda, dan kecenderungan untuk membentuk penilaian sepihak menunjukkan melemahnya literasi kritis. Dalam penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah. Pertama, yaitu ayat Al-Qur’an mana saja yang sejalan dengan teori critical thinking. Kedua, bagaimana penafsiran al-alus imengenai ayat-ayat critical thinking. Ketiga, bagaimana implementasi dari ayat-ayat critical thinking tersebut dalam menghadapi era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun metode yang digunakan adalah metode mawdū‘ī (tematik) untuk menghimpun dan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an terkait konsep berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki konsep dan teori yang sama dengan konsep critical thinking yaitu berjumlah 7 ayat. pertama terdapat pada Surat Al-Hujurat: 6, kedua surat Al-Isra ayat 36, ketiga An-Nur ayat 15, keempat Az-Zumar ayat 18, kelima al-An‘ām 116, keenam An-Nisa ayat 135, dan yang terakhir Al-Baqarah ayat 170. Ayat ayat tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengandung banyak petunjuk yang mendorong umat Islam untuk menggunakan akal untuk verifikasi informasi, berpikir rasional, tidak mudah terpengaruh sumber yang tidak kredibel, tidak mengikuti taqlid buta, menerima pendapat orang lain (open minded), serta berlaku adil dan objektif. Dalam era digital yang penuh dengan arus informasi cepat dan tidak selalu valid tentunya nilai-nilai ini sangat relevan. Penelitian ini menyadari keterbatasannya, sehingga diharapkan kajian selanjutnya dapat memperluas penelitian terhadap tafsir al-Ālūsī serta relevansinya bagi isu-isu etis, sosial, dan epistemik dalam masyarakat kontemporer