Kisah Nabi Yunus Dalam Al-Qur’an dan Relevansinya Dalam Mengatasi Fenomena Worthless (Perasaan Tidak Berharga) Kajian Tafsir Tematik
KHUSNUL KHOIFAH
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
KHUSNUL KHOIFAH
Student ID
432022238080
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Dr. Asif Trisnani Lc, M.Ag.
Keywords
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi dari meningkatnya fenomena perasaan tidak berharga (worthless) dalam masyarakat modern yang ditandai dengan rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri, kehilangan makna hidup dan lemahnya hubungan spiritual dengan Tuhan. Dalam konteks tersebut, kisah nabi Yunus yang tercatat dalam al-Qur’an dapat memberikan pelajaran moral dan spiritual yang relevan, terutama mengenai kesadaran diri, taubat dan ketundukan kepada Allah swt sebagai cara untuk memperbaiki diri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis kepustakaan (Library Reasearch) dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Pendekatan ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan kisah nabi Yunus, dan menelaah dari penafsiran Sayyid Qutb, M. Quraish Shihab, serta Buya Hamka. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dalam menghimpun ayat-ayat yang terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai teologis dan psikologis dalam kisah nabi Yunus dan menjelaskan relevansinya sebagai upaya dalam mengatasi perasaan tidak berharga (worthless) pada masyarakat modern. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kisah nabi Yunus dalam al-Qur’an bukan hanya sebuah narasi histori saja, tetapi mengandung nilai-nilai teologis dan psikologis yang sangat mendalam. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk mengatasi fenomena worthless, karena mengajarkan pentingnya intropeksi, kesadaran diri dan hubungan spiritual yang kuat dengan tuhan sebagai fondasi harga diri dan makna hidup. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kajian yang serupa dengan meninjau kisah nabi-nabi lain yang terdapat dalam al-Qur’an yang memiliki relevansi terhadap Kesehatan mental dan spikologi modern.