Analisis Efektivitas Terapi Antibiotik Pada Pasien Ulkus Diabetikum Di Instalasi Rawat Inap RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro
NABILLA DWI ANGKITA GADIS AULIA
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
NABILLA DWI ANGKITA GADIS AULIA
Student ID
432022718048
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Ilmu Kesehatan
Study Program
Farmasi
Advisor 1
Al-Ustadzah apt. Nadia Iha Fatihah, M.Clin.Pharm
Advisor 2
Al-Ustadzah apt. Fauziyyah Al Hasanah, M.Farm
Keywords
Abstract
Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis dari diabetes melitus yang beresiko tinggi terhadap infeksi, amputasi, bahkan kematian. Berdasarkan data Survey Kesehatan Indonesia (2023) Kemenkes menyatakan bahwa DI Yogyakarta menduduki peringkat kedua provinsi dengan diabetes melitus tertinggi di Indonesia dengan 2,9% setelah DKI Jakarta 3,1%. Pengobatan ulkus diabetikum membutuhkan perhatian khusus salah satunya pada kerasionalitasan antibiotiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektifitas terapi antibiotik pada pasien ulkus diabetikum di Instalasi Rawat Inap RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan non-eksperimental dengan desain observasional, yang dilaksanakan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33 pasien ulkus diabetikum yang menjalankan terapi antibiotik terhitung dari bulan Juli-September 2025. Antibiotik tunggal yang paling banyak diresepkan adalah cefoperazone sulbactam (21,21%), sedangkan antibiotik kombinasi yang paling banyak diresepkan adalah metronidazole + cefotaxime (12,13%). Terdapat 27 (81,81%) penggunaan antibiotik rasional yang diukur dengan metode Gyssens. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik terjadi pada 6 regimen (18,19%) yaitu pada kategori IVC sebanyak 3 kasus, serta kategori IIB, IVA, IVB yang masing-masing sebanyak 1 kasus. Efektivitas terapi menunjukkan bahwa seluruh kasus mengalami penurunan derajat luka dengan rata-rata perbaikan 1,36 derajat diukur berdasarkan klasifikasi Meggit-Wagner. Hasil observasi menunjukkan bahwa dengan tingginya nilai rasionalitas pengobatan sesuai dengan tingginya efektivitas terapi.