PENGUATAN KOMPETENSI SOSIAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: STUDI KASUS PADA PROGRAM DA’WAH LAPANGAN SANTRI TINGKAT AKHIR DI PPTQ QORYATUL QUR’AN SUKOHARJO
MISPULLAH PRIHATINI
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
MISPULLAH PRIHATINI
Student ID
432022118085
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Tarbiyah
Study Program
Pendidikan Agama Islam
Advisor 1
Assoc. Prof. Dr. Abu Darda, M.Ag
Keywords
Abstract
Pesantren tidak hanya berperan dalam penguatan ilmu agama, tetapi juga mempersiapkan santri agar mampu berinteraksi dan berperan aktif di masyarakat. Tantangan sosial modern dan penekanan pendidikan yang masih dominan pada aspek kognitif-keagamaan menuntut model pembelajaran kontekstual untuk mengembangkan kompetensi sosial santri. PPTQ Qoryatul Qur’an Sukoharjo merespons kebutuhan tersebut melalui Program Dakwah Lapangan (PDL), yaitu dakwah berbasis proyek yang melibatkan santri akhir secara langsung di masyarakat dan selaras dengan model Project-Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan desain pelaksanaan Program Dakwah Lapangan sebagai model Project-Based Learning bagi santri akhir di PPTQ Qoryatul Qur’an Sukoharjo; 2) Mengidentifikasi kompetensi sosial yang berkembang selama pelaksanaan PDL; serta 3) Menganalisis keterlibatan santri dalam setiap tahapan PBL dan kontribusinya terhadap penguatan kompetensi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Da’wah Lapangan di rancang dan dilaksanakan sesuai tahapan Project-Based Learning, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, perencanaan materi dan jadwal dakwah, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dan refleksi. Keterlibatan santri dalam setiap tahapan tersebut berkontribusi signifikan terhadap penguatan kompetensi sosial, meliputi kompetensi komunikasi sosial, kompetensi interpersonal, manajemen emosi, kepemimpinan dan tanggung jawab. Maka demikian, PDL berbasis PBL terbukti efektif sebagai wahana pembelajaran dalam membentuk santri yang komunikatif, kolaboratif, empatik, dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem pendampingan dan evaluasi PDL agar optimal dalam penguatan kompetensi sosial santri.