PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM BERBASIS MONOPOLI PADA KELAS VI MI AL-KAUTSAR PONOROGO
ANGELICA SILFANA PRISCA YORANITA
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
ANGELICA SILFANA PRISCA YORANITA
Student ID
432022118019
Type
Skripsi
Year
2026
Faculty
Fakultas Tarbiyah
Study Program
Pendidikan Agama Islam
Advisor 1
Cela Petty Susanti, M. Pd.
Advisor 2
-
Keywords
Abstract
Media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan materi sejarah guna mencapai tujuan pembelajaran, khususnya pada pembelajaran kelas VI MI Al-Kautsar Ponorogo. Media pembelajaran yang efektif adalah media yang dapat digunakan secara mandiri oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru Sejarah Kebudayaan Islam di MI Al-Kautsar Ponorogo, pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dan penggunaan buku teks, sedangkan pemanfaatan media pembelajaran inovatif belum digunakan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi, kurang fokus, dan mudah merasa jenuh saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis monopoli diharapkan dapat menjawab kebutuhan guru dan siswa dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) mengetahui prosedur pengembangan media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berbasis monopoli menarik digunakan dalam prosesn pembelajaran siswa kelas VI MI Al-Kautsar Ponorogo, dan (2) mengetahui hasil validasi kelayakan pengembangan media pembelajaran Materi Sejarah Kebudayaan Islam berbasis Monopoli pada siswa kelas VI MI Al-Kautsar Ponorogo. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model pengembangan Borg and Gall, dimana menurut pendapat emzir penelitian dan pengembangan ini dapat disederhanakan, di antaranya yaitu; (1) analisis kebutuhan, (2) desain produk, (3) proses pengembangan, (4) validasi ahli, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) produk akhir. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI MI Al-Kautsar Ponorogo. Pengumpulan data menggunakan angket, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur pengembangan media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berbasis monopoli telah dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan tahapan model Borg and Gall dan media pembelajaran monopoli ini sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas VI MI Al-Kautsar Ponorogo. Hal ini ditunjukkan dari hasil validasi dan uji coba lapangan oleh peneliti dengan hasil penilaian validasi materi sebesar 95% dan media sebesar 90%. Sedangkan hasil rata-rata yang diperoleh dari lembar penilaian respon siswa sebesar 93%, sehingga perolehan rata-rata hasil validasi ahli pakar media dan materi serta hasil respon siswa yaitu sebesai 93%. Hasil penilaian ini menyatakan bahwa media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berbasis monopoli pada kelas VI MI Al-Kautsar Ponorogo sangat layak digunakan pada proses belajar mengajar guru di dalam kelas. Saran dari penelitian ini adalah media pembelajaran monopoli dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk digital, seperti aplikasi atau media berbasis teknologi. Pengembangan media digital ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik, efektivitas, dan fleksibilitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam bagi siswa. Selain itu, media pembelajaran monopoli digital dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pendidikan.