TAFSIR SURAH AL-‘ASR MENURUT SAYYID QUTB DALAM TAFSIR FII ZILAL QUR’AN DAN RELEVANSINYA DENGAN RESILIENSI JIWA
ZIDNA MAJIDAH
Documents Available
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
ZIDNA MAJIDAH
Student ID
432022233170
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Rochmad, S.Th.I, M.A., Ph.D
Keywords
Abstract
Masyarakat modern tengah menghadapi krisis makna dan tekanan psikologis di tengah kondisi dunia yang semakin menghimpit. Tujuan hidup manusia bergeser menuju pola hidup yang materialistis dan hedonis, sehingga melemahkan resiliensi jiwa dan memicu meningkatnya depresi, stres, serta ketidakjelasan arah hidup. Generasi Z, yang seharusnya menjadi generasi pendukung Bangsa, Agama, dan Negara, kini justru banyak yang mengalami kerapuhan spiritual dan psikologis. Penelitian ini berfokus pada tafsir Surah al-‘Asr menurut Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilal al-Qur’an serta relevansinya terhadap pembentukan resiliensi jiwa. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana empat prinsip utama dalam Surah al-‘Asr yaitu iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran, dapat menjadi landasan spiritual bagi pembentukan ketangguhan jiwa manusia modern yang menghadapi krisis spiritual dan psikologis akibat tekanan hidup dan materialisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menelaah secara mendalam karya tafsir Fi Zilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb serta teori psikologi modern, khususnya teori resiliensi yang dikemukakan oleh Connor dan Davidson. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk menemukan titik relevansi antara nilai-nilai Qur’ani dan konsep psikologis modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Sayyid Qutb terhadap Surah al-‘Asr menjelaskan bahwa keselamatan dicapai melalui iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan kesabaran. Nilai-nilai ini sejalan dengan teori Connor dan Davidson: iman menumbuhkan makna hidup, amal saleh mencerminkan kompetensi pribadi, nasihat dalam kebenaran menunjukkan dukungan sosial, dan kesabaran menggambarkan penerimaan positif terhadap perubahan. Ini membuktikan bahwa Islam lebih dahulu menawarkan model ketangguhan jiwa yang utuh. Penelitian ini memiliki keterbatasan, baik dari segi kajian pustaka maupun pendekatan analisis. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas kajian dengan menelaah tafsir Surah al-‘Asr menurut mufasir lain atau mengintegrasikan pendekatan tafsir dan psikologi Islam secara lebih mendalam, agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan nilai-nilai Qur’ani dan konsep resiliensi dalam kehidupan modern. Kata Kunci: Sayyid Qutb, Fi Zilal al-Qur’an, Surah al-‘Asr, Resiliensi Jiwa, Connor-Davidson.