Hikmah Shalat Dalam Al-Qur’an Perspektif Badiuzzaman Said Nursi dan Relevansinya Terhadap Penanggulangan Fenomena Burnout Syndrome (Kajian Tematik)
ASY SYIFA
Documents Available
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
ASY SYIFA
Student ID
432022238032
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Prof. Dr. Sujiat Zubaidi, M. A
Keywords
Abstract
Penelitian ini mengangkat permasalahan dari realitas kehidupan di era modern, terutama dalam aspek psikologi seseorang. Salah satu persoalan kesehatan kerja yang umum dialami individu adalah stres kerja. Kondisi ini terjadi ketika berbagai aspek pekerjaan berinteraksi dengan faktor internal dalam diri karyawan, sehingga menyebabkan perubahan pada kondisi fisiologis maupun psikologis yang mendorong individu keluar dari fungsi normalnya. Maka daripada itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hikmah-hikmah shalat yang terkandung dalam Al-Qur’an berdasarkan penafsiran Badiuzzaman Said Nursi dalam Rasaail an-Nur, serta menganalisis relevansinya terhadap upaya penanggulangan fenomena burnout syndrome. Fokus kajian ini berangkat dari fenomena meningkatnya tekanan psikologis di era kontemporer, sehingga dibutuhkan pendekatan spiritual yang berakar pada ajaran Al-Qur’an untuk memulihkan keseimbangan jiwa. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fenomena atau permasalahan yang diteliti. Kemudian peniliti juga menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i) dengan pendekatan psikologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shalat, menurut Nursi, merupakan manifestasi kesadaran spiritual yang meneguhkan hubungan antara manusia dan Allah Swt. Shalat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan jiwa yang mengandung unsur terapi rohani (spiritual therapy). Setiap rukun dan bacaan shalat memiliki dimensi hikmah yang mendalam, di antaranya: penyerahan diri secara total kepada Allah, penyucian hati dari kelalaian duniawi, serta penanaman kesabaran, ketenangan, dan rasa syukur. Relevansi konsep ini terhadap penanggulangan burnout syndrome terletak pada fungsi shalat sebagai mekanisme pengendalian diri dan penguatan spiritual resilience. Berdasarkan penelitian ini, peneliti merekomendasikan untuk penelitian selanjutnya agar lebih fokus pada kajian analisis yang mendalam terkait psikologi dan kaitannya dengan hikmah shalat dalam Al-Qur’an, serta melihat penerapan nilai-nilai tersebut dalam berbagai konteks sosial, budaya, dan dinamika di era kontemporer sehingga penelitian tentang korelasi Al-Qur’an dengan ilmu psikologi akan semakin sempurna. Kata Kunci: Shalat, Badiuzzaman Said Nursi, Burnout Syndrome, Psikologi