HAKIKAT TA’AT DAN SABAR DALAM KISAH SABA’ MENURUT SAYYID QUTHB
Syakira Mafatiha Kalma
Documents Available
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
Syakira Mafatiha Kalma
Student ID
M20251227VLSO
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Ushuluddin
Study Program
Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Advisor 1
Dr. Elit Ave Hidayatullah, S.Th.I., M.Us.
Keywords
Abstract
Di tengah kompleksitas kehidupan modern, umat Islam menghadapi berbagai tantangan spiritual dan sosial yang signifikan. Krisis moral, dekadensi akhlak, ketimpangan sosial, serta keterasingan nilai-nilai Islam dari sistem kehidupan menjadi realitas yang tidak dapat diabaikan. Fenomena seperti korupsi, ketidakadilan, individualisme, dan apatisme terhadap perjuangan keislaman mencerminkan melemahnya kesadaran umat terhadap nilai-nilai dasar Islam, khususnya ketaatan dan kesabaran. Dalam konteks ini, kisah Kaum Saba’ yang diabadikan dalam Al-Qur’an menjadi sangat relevan untuk dikaji kembali. Kaum ini dikenal sebagai masyarakat yang diberi limpahan nikmat oleh Allah karena ketaatan mereka. Namun, ketika mereka berpaling dari ketaatan dan bersikap sombong serta lalai, maka kehancuran pun menimpa mereka. Berdasarkan problem tersebut, penelitian ini menawarkan pemikiran Sayyid Quthb mengenai hakikat ketaatan kepada Allah Swt. dan kesabaran yang terkandung di balik kisah Saba’ dalam Al-Qur’an. Ketaatan, dalam pandangan Quthb, bukan hanya sekadar menjalankan ibadah ritual, tetapi bentuk kepatuhan total kepada hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Sementara itu, kesabaran merupakan keteguhan dalam mempertahankan nilai-nilai kebenaran meski dihadapkan pada tekanan dan kesulitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis dengan pendekatan tematik. Peneliti juga menggunakan metode ilmiah untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an Kemudian dari sisi pengumpulan data, peneliti mengumpulkan data-data yang bersumber dari buku-buku primer, jurnal dan artikel, sehingga penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research) guna menerangkan dan membahas mengenai hakikat ketaatan dan kesabaran yang terkandung dibalik Kisah Saba’ dalam Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Sayyid Quthb, ketaatan merupakan janji sosial yang bermakna bahwa menaati Allah tidak hanya terbatas pada ibadah individual, tetapi mencakup pengaturan seluruh struktur masyarakat berdasarkan nilai-nilai Ilahi. Sementara itu, kesabaran dipahami sebagai energi perlawanan konstruktif bukan bersifat pasif, melainkan sebagai daya lenting spiritual dan sosial yang menjaga umat tetap teguh di atas kebenaran meski menghadapi tekanan. Kisah Saba’ menjadi gambaran nyata dari sinergi keduanya, di mana kemakmuran lahir dari ketaatan dan kesabaran, sementara kehancuran terjadi ketika kedua nilai tersebut ditanggalkan. Dalam pembahasan ini masih memiliki banya kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis berharap agar peneliti selanjutnya untuk dapat memperluas pembahasan terkait hakikat ketaatan dan kesabaran dibalik kisah Saba’. Kata Kunci: Ketaatan, Kesabaran, Kisah Saba’, Sayyid Quthb, Al-Qur’an