POLA PEMBELAJARAN INKLUSI PADA MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR PONDOK PESANTREN MODERN USWATUN HASANAH LUBUKLINGGAU
MUHAMMAD IQBAL HIDAYATULLAH
Documents Available
Chapter 1-3 (Preview)
Publicly accessible
Full Text (Complete)
Library members only
To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.
Thesis Information
Author
MUHAMMAD IQBAL HIDAYATULLAH
Student ID
432022111102
Type
Skripsi
Year
2025
Faculty
Fakultas Tarbiyah
Study Program
Pendidikan Agama Islam
Advisor 1
Saiful Anwar, M.Pd.
Keywords
Abstract
Pendidikan inklusif sebagai bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, telah menjadi komitmen nasional Indonesia. Namun, implementasinya di lembaga pendidikan keagamaan Islam, khususnya pondok pesantren, masih sangat terbatas. Pondok Pesantren Modern Uswatun Hasanah Lubuklinggau hadir sebagai salah satu pionir yang berkomitmen menyelenggarakan pendidikan inklusif, sehingga penelitian tentang pola pembelajaran inklusif pada materi Pendidikan Agama Islam di pesantren ini menjadi signifikan untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa inklusif di Pondok Pesantren Modern Uswatun Hasanah Lubuklinggau; (2) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa inklusif di Pondok Pesantren Modern Uswatun Hasanah Lubuklinggau; (3) Mengetahui evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan Pondok Pesantren Modern Uswatun Hasanah Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model Miles and Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran bagi siswa inklusif menggunakan modul ajar adaptif berbasis Kurikulum Merdeka dengan filosofi "progres lebih utama”; (2) Pelaksanaan pembelajaran mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan holistik dan menggunakan metode variatif; (3) Evaluasi pembelajaran berfokus pada penilaian proses melalui observasi harian, buku jurnal perkembangan, dan melibatkan orang tua dalam pemantauan perkembangan siswa. Penelitian ini memberikan saran untuk: (1) Pondok Pesantren Modern Uswatun Hasanah agar terus meningkatkan kapasitas guru dan melengkapi sarana pendukung pembelajaran inklusif; (2) Lembaga pendidikan lain, khususnya pesantren, dapat mengadopsi dan mengembangkan model inklusif yang kontekstual ini; (3) Pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan dukungan kebijakan dan pendanaan yang lebih konkret; (4) Peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas pendekatan spiritual dalam pendidikan inklusif pesantren secara lebih mendalam.