Login for full access

KOMPONEN PENCIPTAAN ADAM PERSPEKTIF IMAM AT-THABARI: STUDI TAFSIR TEMATIK
Skripsi

KOMPONEN PENCIPTAAN ADAM PERSPEKTIF IMAM AT-THABARI: STUDI TAFSIR TEMATIK

MUHAMMAD GIRI HERLAMBANG

2025
Year
4
Views

Documents Available

Chapter 1-3 (Preview)

Publicly accessible

Full Text (Complete)

Library members only

To access full text, please log in as a library member. If not registered, visit the library to register.

Thesis Information

Author

MUHAMMAD GIRI HERLAMBANG

Student ID

432022231108

Type

Skripsi

Year

2025

Faculty

Fakultas Ushuluddin

Study Program

Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Advisor 1

Dr. Ilham Habibullah, M.Ag.

Keywords

Kata kunci: Turāb Ṭīn Ḥamā’in Masnūn Ṣalṣāl Tafsir Maudhu'i.

Abstract

Fenomena penciptaan manusia dari unsur tanah dalam Al-Qur'an seringkali disederhanakan menjadi konsep materi tunggal (turāb), mengabaikan keragaman leksikal yang digunakan Al-Qur'an. Padahal, Al-Qur'an secara eksplisit menggunakan empat istilah berbeda turāb, ṭīn, ḥama’in masnūn, dan ṣalṣāl yang masing-masing mengisyaratkan tahapan materi, kondisi, dan sifat yang berbeda. Pengabaian terhadap keragaman ini dapat menyebabkan munculnya pemahaman yang kurang tepat mengenai hakikat penciptaan manusia. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk menelaah secara mendalam bahan-bahan penciptaan nabi adam, khususnya melalui kacamata tafsir Imam At-Tabari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen penciptaan Nabi Adam perspektif Imam At-Tabari. Secara spesifik, studi ini dimaksudkan memberikan pemahaman yang komprehensif melalui analisis empat lafadz utama: turāb, ṭīn, ḥama’ masnūn, dan ṣalṣāl. Jenis Penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode tafsir tematik (al-tafsīr al-mawḍū‘i). Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menelusuri komponen penciptaan adam perspektif Imam At-Tabari. Peneliti menemukan hasil bahwa komponen penciptaan adam perspektif imam At-Tabari sebagai tahapan yang berurutan, bukan sinonim. Turāb adalah tanah kering yang menjadi bahan awal pembentuk manusia, masih bersifat dasar dan berasal dari proses alam semesta. Ketika tanah ini bercampur air, ia menjadi Ṭīn atau tanah liat yang lunak dan bisa dibentuk. Setelah itu, tanah liat tersebut mengalami perubahan lebih lanjut hingga menjadi Ḥama’ Masnūn, yaitu tanah liat yang sudah matang secara biokimia karena perubahan bau, warna, dan kandungan organiknya. Tahap terakhir adalah Ṣalṣāl, yaitu tanah liat yang sudah benar-benar kering dan mengeras sehingga menjadi wadah padat yang siap menerima ruh. Penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, karena sangat berfokus pada tafsir At-Tabari dan unsur material, sehingga kurang membahas aspek non-material seperti proses Nafkh ar-Rūḥ. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji tema-tema yang belum banyak dibahas melalui judul spesifik seperti: 'Dimensi Metafisika Nafkh ar-Rūḥ dalam Al-Qur'an: Analisis Integratif Biologi dan Spiritualitas. Penajaman pada tema-tema tersebut akan melengkapi pemahaman komprehensif mengenai hakikat manusia.

Global Search

Search books, e-books, thesis, news...

Tekan Esc atau klik di luar untuk menutup

HOME E-Book E-Thesis

Video Profil Perpustakaan UNIDA Gontor

Hubungi Kami

WhatsApp

Chat langsung